Langkah ke-10

Masuk di langkah ke-10 alias keberangkatan *gak terasa…akhirnyaaaaaaaaaaaaaa………..!!!!!!!!!!!*

Keberangkatan tidak hanya mommy en Favian tapi diikuti barang-barang yang gak seberapa😉. Semua barang mommy packing sendiri kecuali untuk lemari plastik abang Favian terpaksa dibantu Ompung boru buat wrapingnya soalnya ternyata lemari abang Favian bukan lemari bongkar pasang habis…pfuichhh…menyesal salah pilih. Kalau dimasukin ke kardus bisa makan 3 kardus dan kondisi kardus sudah tidak ada lagi.

Oh ya mommy pakai kardus rokok soalnya jauh lebih kuat. *hm….foto packing dimana ya……ntar nyelipnya menyusullah*. Semua barang, buku, pakaian, samapai piring dan gelas, ulos, toys’s Favian dipacking jadi 15 koli. Perkiraan mommy sie 200kg. Semua barang di kirim menggunakan cargo GA yang jauh lebih murce dipanding expedisi lain apalagi POS *maaf*. Barang dikirim hari Kamis dengan pertimbangan plus minus sampai Batam kalau overload berarti Jumat atau Sabtu dan kami berangkat Minggu langsung ngambil ke terminal Cargo.

Tapi apadaya, semua salah prediksi, buru-buru ngantar barang ke Bandara dan Cuma mengangkut 14 koli minus 1 kotak tape. Prediksi 200kg ternyata 398 kilo. Dan ada 2 barang yang terpaksa dihitung bukan berdasarkan kilo tapi volume. Ini musti jadi pelajaran buat mommy untuk selanjutnya. Gunakan kardus rokok yang besar, atau kardus kecil-kecil tapi dimasukkan dalam karung lagi, jadi 1 karung bisa isi 6 kotak, baru bisa dihitung koli.

Mengulas masalah perhitungan volume. 2 item yang terpaksa dihitung volume adalah lemari abang Favian dan 8 gulungan kotak songket. Kebetulan lemari sudah penuh dengan barang jadi ketika dihitung volumenya dari panjang kali lebar kali tinggi, mommy Cuma rugi 2kilo. Tapi begitu kotak songket dihitung, mommy mengalami kerugian 13 kilo dari berat asli Cuma 2 kilo dan harus dihitung 15kilo. Hm…dihitung-hitung gak nyampe 100rebeng, gak apa-apalah daripada mommy bawa kotak songket itu hari minggu padahal mommy udah yakin juga hari minggu nanti pasti overload, gak mungkin mommy Cuma berdua ma abang bawa semua barang itu.

Berhubung lebih dari 200kg maka hitung perkilo didiskon lagi dari 5.900/kg menjadi 5.500/kg belum termasuk PPN. Jadi biaya yang mommy keluarkan (398+15)x5.500 plus PPN plus administrasi plus asuransi plus lagi administrasi gudang, jadinya sie masih lebih murce dari expedisi lain walau over budget dari RAB😉. Mommy rada perhitungan nie, bukan pelit atau paretong ato bukan juga karna masih melekat jiwa keuangan & anggaran tapi karna semua biaya itu ditanggung Ch Family, bukan PLN. Ya iyalahhhhh…..lha wong PS.

Eh tadi mommy cerita mau berangkat hari minggu bareng abang Favian aza, yup, karna mommy ragu Ompung doli dan Ompung boru Nuel bakal nganter, kalau ngandelin dijemput Daddy juga rasanya gak mungkin walau Ompung boru dah nyuruh Daddy jemput kami. Tapi sepulangnya dari bandara, ompung boru langsung bilang, carikan tiket inang sama nuel, inang ikut ngantar kalian, gak tega inang biarkan kalian berangkat sendiri. Whats???? Asyikkkkkk…. Wes ewes ewes langsung cari tiket deal hari minggu pakai Sky Aviation PKG-BTH 1 jam 15 menit

Mulailah packing selanjutanya printilan yang gak jelas dan justru menambah banyak tempat. Perkiraan 2 koper 2 kardus nambah lagi 2 tas selain punya ompung 1 koper. Oh ya 1 kardus isi perkakas dapur loh sisa jaman gadis yang ketemu😉 secara posisi kami yang lagi di pengungsian😉 membuat semua barang entah dimana tempatnya termasuk bedcover segede gambreng pun gak kelihatan. Dan uda pudan yang ngangkat barang pun samapai ngomel pegellll, berat banget kakak, mama ini ngapain sie bawa banyak baju kan selasa dah pulangggg!!!! Hahahahahaha Ompung boru Cuma senyum dan bilang kalau semua barang itu punya kakakmu termasuk ulekan cabe di koper mama😉 So pasti overload kuadrat kan. Jatah Cuma 15kg/orang *pesawat kecil bow* dan kelebihan mencapai 70kg😉 Cuma berhubung mommy rada bandel ya terpaksa sok merayu minta diskon jadi 60kg x 8.000…lumayannnnnn

Berangkat dari rumah ompung yang masih berantakan belum selesai renovasi *bukan dari rumah pengungsian alias kontrakan ya* dan setibanya di batam pun langsung menuju rumah Ch Family yang masih berantakan lagi bikin dapur darurat. Berhubung rumah belum bisa dihuni, kami ngungsi lagi ke batu merah tempat tulangnya Daddy. Seminggu mommy anggap liburrrr karna SK kosong e dodo e ternyata sudah dianggap masuk. Kondisi kedatangan babbysitter yang tertunda pun sempat membuat stress karna abang Favian Cuma mau sama mommy. Pfuichhhhh intinya cuapekkkk….pindah langkah selanjutnya ach.

3 Komentar

  1. Allisa Yustica Krones

    Setuju, walopun capek dan ribet, yang penting hati sudah tenang kan da🙂

  2. Enno-Mama Fira

    Biarpun ribet, ku yakin pasti happy ending mbak…. Semangattttt… ditunggu cerita2 di tempat barunya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: